Kata Bijak Kang Maman Notulen ILK Acara ILK Trans 7 Terbaik

Kata Bijak Kang Maman Notulen ILK Acara ILK Trans 7 Terbaik

 

ILK. Merupakan suatu Acara Yang Gendre Diskusi Komedi yang saat ini sangat membantu masyarakat di Indonesia untuk mencari Hiburan Terbaik dan tentunya Fress Beda dari yang lain 😀 . Acara ILK Trans 7 ini dibintangi oleh Komedian-komedian Lucu, Seperti : Akang Komeng Sebagai Komentator, Cak Lontong, Fitro (Fitri Tropika), Kang Maman Sebagai Notulen, Okky Lukman dan Lain-lainnya.

 

Acara ILK ini diakhir segmennya selalu membacakan Kesimpulan-kesimpulan Bijak yang disampaikan oleh Kang Maman yaitu sebagai Notulen, Dan untuk itu Artikel ini akan Kita sajikan Kata Kata Bijak Kang Maman dalam Acara ILK Trans 7, Semoga ini menjadi sumber Inspirasi Sobat 🙂

Malam itu,  ketika Indonesia Lawak Klub (ILK) Trans 7 membahas tentang Wanita Karir Vs Ibu Rumah Tangga Spesial Hari Kartini, saya begitu terhenyak mendengarkan kesimpulan yang dibacakan oleh Kang Maman, No Tolen di acara yang ditayangkan setiap Senin sampai Jumat pada pukul 20.45 WIB.

Please remember, my life is in your hand (John Lenon, Woman, 1981)

Kehidupan laki-laki itu ada di tangan perempuan, tapi perdebatan ini di Indonesia seharusnya sudah selesai sejak 105 tahun yang lalu, begitu Kang Maman membuka kesimpulannya.  Ada seorang perempuan yang meninggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Sumedang. Perempuan itu, Cut Nyak Dhien. Ketika Teuku Umar meninggal, anak perempuannya, Cut Gambang mau menangis. Sebagai ibu, dia cuma mengatakan satu,

“Perempuan Aceh dilarang meneteskan air mata untuk seorang yang mati syahid.”

Sebagai perempuan di ranah publik, di medan pertempuran, dia mengatakan,  “kami memang hancur, tapi tidak pernah ada kata menyerah.”

Perjuangan dia (Cut Nyak Dhien) kemudian digambarkan oleh penulis laki-laki dari Belanda yang menggambarkan kekuatan perempuan Indonesia. Wanita Aceh gagah dan berani merupakan perwujudan lahiriah yang tak kenal menyerah yang setinggi-tingginya. Dan apabila mereka ikut bertempur, maka akan dilakukannya dengan energi dan semangat berani mati yang kebanyakan lebih dari kaum lelaki. Bahwa tidak ada bangsa yang lebih pemberani dan fanatik seperti bangsa Aceh dan kaum wanita Aceh melebihi kaum wanita di bangsa manapun. Tidak ada sebuah roman pun yang bisa menggambarkan kekuatan dan keberanian kaum perempuan Indonesia.

Foto Kang Maman Notulen ILK Trans 7

Kata Bijak Kang Maman Notulen ILK Terbaik Kumpulan Kata Bijak Dari Kang Maman Notulen Di Acara ILk Terbaik

Seperti yang dikatakan Cak Lontong dan Mbak Rossi, “Siapa yang bilang di dalam rumah tangga perempuan tidak punya nilai bahkan nilai ekonomis?”

Selain itu, Kang Maman juga mengutip puisi Wiji Thukul yang sangat menarik:

Ibu pernah mengusirku minggat dari rumah, tetapi menangis ketika aku susah

Ibu tak bisa memejamkan mata bila adikku tidak bisa tidur karena lapar

Ibu akan marah besar bila kami merebut jatah makan yang bukan hak kami

Ibuku memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang, ketabahan

Ibuku mengubah rasa sayur murah menjadi sedap

Ibu menangir ketika aku mendapat susah, ibu menangis ketika aku bahagia

Ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda, Ibu menangis ketika adikku keluar penjara

Ibu adalah hati yang rela menerima, selalu disakiti oleh anak-anaknya, penuh maaf dan ampun

Kasih sayang ibu adalah kilau sinar kegaiban Tuhan, membangkitkan haru insan dengan kebajikan

Ibu mengenalkan aku kepada Tuhan

 

Contohnya saja ketika lelaki yang memiliki nama asli Maman Suherman itu membacakan kutipan tentang kehebatan Cut Nyak Dhien dan puisi Wiji Thukul tentang ibu tepat pada Hari Kartini, bulan April silam. Kecintaan dan rasa bangga saya terhadap Cut Nyak Dhien semakin menggebu ketika mendengar Kang Maman mengungkapkan tentang keberanian dan semangat pantang menyerahnya. Lalu tanpa saya sadari, air mata ini mengalir ketika ia membacakan puisi Wiji Thukul tentang Ibu. Betapa hebatnya seorang ibu, sungguh saya tidak akan menjadi Liza yang sekarang tanpa ibu saya.

Sama seperti Cak Lontong, saya juga baru mengenal Kang Maman pada acara ILK. Sebelumnya, saya tidak tahu sama sekali kalau lelaki lulusan Jurusan Kriminologi FISP- UI ini adalah seorang wartawan senior yang menjadi pemimpin redaksi pada salah satu media Kelompok Kompas-Gramedia pada tahun 1998-2003. Selain sebagai jurnalis senior, ia juga pernah menuliskan beberapa buku seperti Matahati, Bokis I: Kisah Gelap Dunia Seleb, Bokis 2: Potret Para Pesohor, Dari Yang Getir Sampai Yang Kotor’, dan beliau juga baru-baru ini meluncurkan novel berjudul: Re.

Dan yang membuat saya terbelalak ketika membaca profil Kang Maman adalah bahwa laki-laki yang juga aktif menulis di Kompasiana ini merupakan salah satu penggagas acara Panasonic Gobel Award, mentor “Stand Up Comedy Indonesia” di Kompas TV dan konseptor acara Indonesia Lawak KLub (ILK).

Wah, ternyata Kang Maman sudah seterkenal itu ya? Tapi saya baru mengenalnya di ILK. Eits, meskipun sudah terkenal, ternyata Kang Maman adalah sosok yang low profile. Ia tidak pernah menciptakan jarak dengan penonton setia ILK yang memberikan kritik dan saran terhadap acara yang ia konsepkan itu. Bahkan, setiap kali ada yang memention beliau lewat akun twitternya @maman1965, dengan ramahnya ia membalas tweet  tersebut. Engga percaya? Buktikan saja sendiri

Semoga Kang Maman tetap seperti Kang Maman yang sekarang  dan acara ILK semakin menarik dengan konsep-konsep ciamik yang Anda tawarkan. Begitu pula dengan kesimpulan yang Anda bacakan, semoga semakin membuat kami, para penonton setia ILK, tidak hanya mendapatkan hiburan saja, tetapi juga mampu merenung dengan fenomena yang ada.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s